Rabu, 10 Agustus 2011

Sdm Yang Berdaya Saing Global


Sdm Yang Berdaya Saing Global

     Dewasa ini, kemajuan informasi dan teknologi semakin berkembang pesat diseluruh dunia. Hal ini dapat dilihat dari munculnya teknologi-teknologi baru yang berkembang hampir diseluruh belahan dunia serta adanya kecepatan teknologi komunikasi yang dapat dengan cepat menyebarkan informasi-informasi ataupun  isu-isu yang dihadapi oleh berbagai Negara.
     Setiap Negara di dunia berlomba-lomba untuk menciptakan informasi dan teknologi yang baru, cepat, serta handal. Mereka berusaha bekerja keras dalam menghadapi persaingan global antar Negara yang akhir-akhir ini sering terjadi, tentunya mereka akan memperkenalkan IPTEK yang terbaik untuk memperbaiki serta memperkenalkan negaranya agar negaranya dapat terkenal dan maju.
     Hal inipun dirasakan sama oleh Negara Indonesia, yang ingin menjadi Negara maju. Meskipun Indonesia telah menjadi Negara yang berkembang dan diakui oleh Negara-negara di berbagai belahan dunia, serta Indonesia sebagai Negara yang kaya SDA, namun untuk bersaing dalam persaingan global, Indonesia masih jauh tertinggal. Mengapa demikian? Buruknya kualitas sdm didalam menciptakan informasi dan teknologi yang tepat masih sangatlah kurang, Indonesia masih memiliki kendala-kendala yang menyebabkan ia tertinggal oleh Negara lain, baik itu dari segi factor social, pendidikan, IPTEK, sdm, sampai kepada pembangunan Negara Indonesia yang sampai sekarang belum memperlihatkan kemajuannya. Factor-faktor tersebutlah yang menjadi tantangan untuk Negara Idonesia dalam memperbaiki kualitas negaranya agar dapat dipandang baik oleh Negara-negara lain.
     Sumber daya manusia adalah asset penting yang harus kita jaga, dan kita kelola dengan tepat. Sdm merupakan factor utama untuk menuju keberhasilan didalam persaingan global. Dengan menciptakan sdm yang tepat, handal, dan mahir dalam segala bidang, akan mampu menaikkan kualitas sdm sehingga mereka dapat bersaing dengan sdm-sdm Negara lain. Namun untuk menciptakan sdm yang berdaya saing global tentunya tidaklah mudah, banyak kendala dan tantangan yang harus dilalui. Nah… tanpa dibekali kemampuan dan keunggulan daya saing sdm yang tinggi, maka tidak dapat masuk untuk menembus pasar internasional.
     Adanya globalisasi yang merambah semakin cepat di Negara Indonesia, membawa sejumlah implikasi bagi pengembangan sdm di Indonesia, salah satunya adalah daya saing ekonomi. Daya saing ekonomi ini dapat terwujud apabila didukung oleh sdm yang handal serta mampu memenuhi kualitas dan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pasar. Tapi pada kenyataannya yang menyebabkan sdm Indonesia rendah diakibatkan karena kurangnya pendidikanserta para sdmnya tidak dapat menguasai IPTEK, hal ini menyebabkan ketertinggalan Negara Indonesia untuk bersaing didunia global selain itu juga Indonesia sangat jauh mengalami ketertinggalan IPTEK.
     Dampak yang ditimbulkan di era globalisasi ini jika informasi dan teknologinya mengalami kemajuan dilihat dari segi ekonomi, tentunya sdm Indonesia akan meningkat dengan pengetahuan-pengetahuan serta teknologi dan transportasi tersebut, secara tidak langsung akan mempengaruhi peningkatan ekonomi.
     Hal-hal inilah yang menjadi latar belakang alasan untuk melakukan pengelolaan sdm dengan tepat. karena jika pengelolaan sdm tidak tepat, bukan hanya perusahaan atau karyawan saja yang akan rugi tetapi negarapun akan dirugikan.
     Adapun langkah yang dapat ditempuh untuk dapat menciptakan sdm yang mampu berdaya saing global adalah dengan meningkatkan mutu indeks pembangunan manusia menuju sdm yang handal dan berkualitas. Sdm yang berkualitas merupakan bibit unggul yang bisa membawa perubahan yang jauh lebih signifikan kearah yang lebih baik dari sebelumnya. Jika kualitas sdm tidak segera ditingkatkan kualitasnya, maka jangan heran, jika Negara yang kita banggakan ini jauh tertinggal dengan bangsa lain yang sudah dapat menembus luar angkasa, sementara Indonesia masih saja berkutat bagaimana memasukan benang kedalam jarum.



Minggu, 07 Agustus 2011

Pengelolaan karir karyawan


Pengelolaan karir karyawan
     Ada yang mengatakan bahwa sukses tidaknya karir seorang karyawan di perusahaan, ditentukan dari sebesar apa pencapaian yang telah diterima oleh karyawan tersebut sejak melamar pekerjaan, hingga diterima dan ditempatkan dengan jabatan yang ia inginkan.
     Setiap karyawan pastinya selalu menginginkan karir mereka bagus, meningkat dari sebelumnya, menjadi pejabat dan sebagainya. Sebagai contoh setiap karyawan yang ingin naik pangkat atau naik jabatan, harus berusaha bekerja keras, mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga agar dapat mencapai keinginannya itu. Untuk mendapatkan semua itu tidaklah mudah, mereka harus bersaing dengan karyawan lainnya yang ada dalam perusahaan itu.
     Disini saya akan membahas mengenai topic manajemen karir karyawan. Istilah karir seringkali dibicarakan dan menjadi obrolan hangat bagi setiap karyawan, mengapa demikian? Mereka mempunyai mimpi dan harapan yang berbeda mengenai karirnya, bagi mereka mencapai sebuah kesuksesan dalam karir adalah hal yang dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi yang berhasil mencapainya dengan kerja kerasnya, selain itu menguntungkan pula bagi perusahaan karena mereka telah menyumbangkan tenaga dan pikiran sehingga perusahaan dapat mencapai sasaran dan tujuannya.
     Karir, dan manajemen karir, sampai sekarang istilah ini masih diperdebatkan definisinya. Meskipun demikian, kita selayaknya perlu mengetahui konsep, definisi, dan hal-hal apa saja yang ada didalamnya untuk menambah wawasan pengetahuan kita. Mungkin belum terlintas dalam pikiran kita, bahwa nanti akan ada kesempatan besar menanti kita. Kesempatan itu tidaklah selalu datang dua kali, maka jika kita menerima kesempatan atau peluang yang menguntungkan bagi kita, kenapa tidak untuk kita mengambil dan mencoba peluang itu. Sama halnya dengan karir, jika seorang karyawan ditawari peluang yang bagus oleh perusahaan tempat dimana ia bekerja, maka sudah sepantasnya karyawan tersebut mempertimbangkan baik buruknya, serta resiko yang akan diambil jika peluang itu ia ambil.
     Menurut Haneman et al. (1983) : “bahwa perjalanan karir seseorang pegawai dimulai dari saat ia menerima pekerjaan di suatu oerganisasi. Perjalanan karir ini mungkin akan berlangsung beberapa jam saja, beberapa hari, atau mungkin berlanjut sampai 30 atau 40 tahun kemudian. Perjalanan karir ini mungkin berlangsung  disatu pekerjaan, di suatu lokasi, atau melibatkan serentetan pekerjaan yang tersebar diseluruh negeri atau diseluruh dunia. Sedangkan menurut Walker (1980), bagi pegawai, karir dianggap lebih penting dari pekerjaan itu sendiri, sedangkan bagi organisasi, kejelasan perencanaan dan pengembangan karir karyawan akan membawa manfaat langsung terhadap efisiensi manajemen.
     Dari dua penjelasan tersebut mengenai karir, apapun itu definisinya, karir sangatlah penting bagi pegawai ataupun organisasi. Untuk mencapai karir yang diinginkan oleh karyawan ataupun perusahaan, maka diperlukan penanganan karir yang baik oleh perusahaan, adapun tahapan-tahapan yang perlu kita ketahui untuk penanganan karir, diantaranya sebagai berikut: 

Jalur karir
     Jalur karir adalah pola urutan pekerjaan yang harus dilalui pegawai untuk mencapai tujuan karirnya. Jalur karir selalu bersifat formal atau ditentukan oleh organisasi, tetapi ada juga yang menentukan karirnya sendiri. Sebagai contoh, setiap karyawan yang diberi kesempatan yang sama oleh suatu perusahaan untuk mempromosikan diri agar bisa naik jabatan, maka mereka harus bersaing secara baik tidak curang, dan bekerja keras tentunya untuk berhasil didalam kesempatan itu. Memang tidak banyak karyawan yang memenuhi persyaratan untuk naik jabatan, tapi jika mereka berniat dan menginginkan hal itu terjadi, kenapa tidak mungkin untuk mereka mencoba. Keberhasilan karir adalah dimana setiap orang mampu mencapai tujuan karirnya.

2.       Tujuan karir
     Tujuan karir adalah posisi atau jabatn tertentu yang dapat dicapai oleh karyawan, bila karyawan tersebut memenuhi syarat dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk menduduki jabatan tersebut.

3.       Perencanaan karir
     Perencanaan karir adalah salah satu fungsi manajemen karir. Mengetahui secara jelas apa yang kita inginkan adalah bagian utama dalam proses perencanaan karir. Perencanaan karir yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan akhir yang baik pula, namun jika perencanaan karir dilakukan tidak secara matang oleh seorang karyawan, maka hadil yang akan diterima juga tidak akan memuaskan.
Perencanaan karir sebenarnya berawal dari pengenalan diri, pengembangan diri kita. Pengenalan kepribadian kita sendiri yang akan membawa kita pada karir yang kita inginkan. Bagaimana kita bisa mencapai karir dengan sukses, jika kita dapat mengenali diri kita, dan kita tidak pernah tau apa yang diri kita inginkan.

4.       Pengembangan karir
     Adalah proses mengidentifikasi potensi karir karyawan, serta menerapkan cara-cara yang tepat untuk mengembangkan potensi karyawan tersebut. Proses pengembangan karir dimulai dari penilaian kinerja kita selama bekerja diperusahaan, dengan begitu, baik kita sebagai karyawan, maupun perusahaan dapat dengan jelas mengetahui sejauh mana peningkatan kinerja kita selama bekerja, apakah naik dan memuaskan ataukah tidak sesuai harapan yang kita inginkan.

5.       Manajemen karir
     Adalah proses pengelolaan karir karyawan dimulai dari perencanaan karir, pengembangan karir, konseling karir, serta pengambilan keputusan karir. 

6.       Konseling karir
     Proses mengidentifikasi masalah-masalah yang berhubungan dengan karir karyawan, serta mencari alternative jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut.

     Jadi, untuk mencapai tujuan karir kita, diperlukan proses dan tahapan-tahapan yang harus kita lalui. Dengan begitu kita dapat menentukan apa yang kita inginkan, dan hasil yang akan kita capai dalam dunia kerja. Jika karir seseorang karyawan tercapai, itu adalah suatu hal yang membanggakan untuk karyawan dan perusahaan. imbas dari adanya keberhasilan karir seseorang karyawan yang meningkat atau berubah, akan memberikan keuntungan bagi perusahaan sehingga dapat menjadi motivasi bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, dan menjadi acuan bagi karyawan lain untuk mengikuti jejak karyawan yang telah berhasil mencapai tujuan krir yang diharapkan.
     Sekilas penjelasan yang telah dipaparkan tersebut, setidaknya dapat memberikan pengetahuan dan menambah wawasan. Jadi siapkah Anda untuk merencanakan karir Anda mulai dari sekarang?

Semoga artikel diatas dapat memberikan manfaat bagi saya sendiri dan bagi orang lain. Terima kasih.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Pengelolaan SDM


Pengelolaan SDM
     Sumber daya manusia merupakan factor penentu keberhasilan suatu perusahaan didalam mencapai sasaran dan tujuannya. oleh karena itu sudah selayaknya jika kita mengelola sumber daya manusia dengan tepat. sumber daya disini adalah tenaga kerja/karyawan. Perusahaan yang mengelola tenaga kerjanya dengan tepat, tentunya akan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas, handal, dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pasar.
     Dewasa ini tingkat pengangguran di Indonesia bukannya semakin membaik, tetapi malah mengkhawatirkan. Sekalipun pemerintah telah menyediakan lapangan pekerjaan untuk mereka, tetapi hal itu dirasakan kurang memadai, persaingan kerja yang setiap tahunnya semakin meningkat diiringi dengan  persyaratan-persyaratan memasuki dunia kerja yang semakin tinggi pula, mereka yang melamar pekerjaan harus bersaing dengan banyak lulusan dari sekolah-sekolah tinggi baik yang berasal dari dalam ataupun luar negeri.
     Adanya masalah pengangguran yang tidak pernah ada ujungnya, bukan hanya pemerintah saja yang berurusan dengan masalah ini tetapi perusahaan-perusahaaanpun dan juga sekolah tinggi atau universitas ikut terlibat didalamnya.
     Sekolah tinggi atau universitas harus mampu menciptakan lulusan-lulusan yang siap bekerja yang telah dibekali dengan skill, attitude, dan tentunya adalah knowledge. Lulusan-lulusan yang berkompetensi, handal, mahir itulah yang dicari oleh perusahaan.
     Tidak sampai disitu saja lulusan-lulusan yang memiliki skill, attitude, dan knowledge yang baik harus mampu mempersiapkan diri untuk bersaing didunia kerja dengan mereka baik dengan karyawan yang sudah lama bekerja ataupun yang sama-sama karyawan baru.Adanya masalah pengangguran ini perlu kita telaah lebih dalam, dan mencari solusi bagaimana untuk mengatasinya.
     Maka disini pengelolaan SDM harus benar-benar diperhatikan dan dikelola dengan tepat. serta dibutuhkan pula pemberian suatu pelatihan sdm agar menghasilkan sdm yang berkualitas dan memenuhi tuntutan dunia kerja. Sdm yang berkualitas akan mampu mencapai sasaran dan tujuan yang diharapkan oleh perusahaan, serta mampu meningkatkan kinerja perusahaan.
     Mengelola sdm dapat diasumsikan seperti mengelola industry dimana bahan baku diterima, kemudian diproses melalui beberapa tahapan, sampai menjadi produk yang dapat diterima ditangan konsumen. Agar kualitas produk dapat memenuhi standar perusahaan, maka setiap tahapan proses harus direncanakan dan dikendalikan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sama halnya juga dengan sdm, harus disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan, dari setiap jabatan mulai dari tahapan rekrutmen, seleksi, penempatan, pendidikan dan pengembangan karyawan, penilaian kinerja, kompensasi, sampai kepada pemutusan hubungan kerja.
     Namun untuk mengelola sdm, perusahaan harus menghadapi setiap persaingan, serta tantangan perubahan dunia kerja yang signifikan, perusahaan harus tetap konsisten dan saling berkesinambungan untuk tetap mengelola sdm yang ada secara tepat dan baik, dengan begitu akan menghasilkan kepuasan kerja yang akan dirasakan hasilnya oleh karyawan dan juga perusahaan.
Terima kasih :)