Kamis, 15 September 2011

Loyalitas Karyawan

     Perusahaan adalah tempat dimana semua aktivitas-aktivitas usaha/ bisnis terlaksana, dimana orang-orang yang berada didalamnya bekerjasama satu sama lain untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan selain itu adapula yang berusaha untuk meningkatkan profit.
     Lingkungan perusahaan yang kondusif, nyaman, diiringi pula dengan keramahan karyawan-karyawan akan menambah tingkat kenyamanan karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Perusahaan harus mampu membuat karyawannya merasa betah dan nyaman serta diakui didalam lingkungan dimana tempat ia berada, dengan begitu karyawan akan merasa dirinya dianggap dan diakui, hal ini dapat pula meningkatkan loyalitas karyawan tersebut.
Nah kali ini kita akan membahas sedikit mengenai loyalitas karyawan.
     Karyawan adalah ujung tombak perusahaan, tanpa adanya karyawan perusahaan tidak akan mungkin dapat berjalan dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Loyalitas adalah kesetiaan, pengabdian, kepercayaan yang diberikian atau ditunjukkan kepada seseorang atau lembaga, yang didalamnya terdapat rasa cinta serta tanggung jawab untuk berusaha memberikan perlakuan atau pelayanan yang terbaik. Loyalitas karyawan terhadap perusahaan dimana ia bekerja merupakan suatu kesediaan mengorbankan diri, pengabdian diri kepada perusahaan, dan bertanggung jawab kepada pekerjaan yang ia ambil dan menanggung segala bentuk resiko yang mungkin nantinya akan ia dapatkan.
     Faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan yaitu karakteristik pribadi yang hadir dari dalam diri karyawan sendiri, karakteristik perusahaan maksudnya adalah bagaimana perusahaan tersebut memperlakukan karyawannya, selain itupun faktor lingkungan kerja menjadi faktor utama loyalitas karyawan.
Jadi loyalitas karyawan sangat penting untuk menjaga agar karyawan tersebut merasa betah untuk bekerja di suatu perusahaan, dengan adanya loyalitas didalam diri karyawan, maka karyawan tersebut dapat memberikan yang terbaik baik perusahaannya.

Rabu, 24 Agustus 2011

Penilaian Kinerja Karyawan


    




     Dewasa ini perkembangan globalisasi semakin meningkat, adanya kecepatan berbagai teknologi baru yang diiringi dengan informasi-informasi yang semakin relevan, membuat persaingan tenaga kerja semakin tajam, dimana perusahaan harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Memang tidaklah mudah untuk dapat mengikuti perkembangan zaman dan mengikuti arus perubahan teknologi dan informasi, namun ditengah-tengah ketidakseimbangan yang terjadi, hal ini dapat mengakibatkan masalah bagi perusahaan salah satunya adalah terganggunya kinerja karyawan, yang dimana hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
     Kinerja perusahaan yang baik dapat menentukan kelangsungan hidup perusahaan dan karyawannya, serta dapat meningkatkan keuntungan perusahaan sehingga perusahaan dapat mempertahankan dan meningkatkan usahanya. Peningkatan kinerja karyawan dapat dilakukan dengan cara melakukan pengelolaan dan pengembangan sdm secara tepat dan dilakukannya penilaian kinerja karyawan untuk memperoleh produktivitas kerja karyawan yang baik terhadap hasil yang telah dikerjakan oleh karyawan. Kinerja karyawan di perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti lingkungan kerja, kepuasan kerja, motivasi, program pelatihan dan pengembangan karyawan dan hal-hal lainnya.
     Penilaian kinerja adalah suatu proses yang mengukur dan membandingkan hasil kerja seseorang dengan  target yang harus dicapainya, bilamana hasil pengukuran menunjukkan sama atau lebih maka penilaian target kinerja tersebut dapat dikatakan berhasil dan dinyatakan sebagai prestasi kerja bagi karyawan. Penilaian kinerja dapat dilakukan dengan menggunakan metode seperti rating scale, checklist, employee comparison, ataupun critical accident.
     Langkah-langkah untuk melakukan penilaian kinerja yang pertama adalah penentuan sasaran, kemudia penentuan standar untuk kerja, yang ketiga metode dan pelaksanaannya, dan dilanjutkan dengan evaluasi penilaian. Dengan cara seperti ini adapun manfaat yang dapat diambil dari pelaksanaan penilaian kinerja, yaitu penilaian kinerja ini dapat digunakan untuk melihat sejauh mana prestasi kerja karyawan, sebagai dasar untuk mengevaluasi kinerja dan produktivitas karyawan, dan tentunya untuk meningkatkan motivasi bekerja para karyawan.
Mungkin hanya beberapa paragraf saja yang dapat saya jelaskan mengenai penilain kinerja karyawan. Semoga apa yang saya tuliskan dapat bermanfaat. Terima kasih. 
(*) contoh gambar diperoleh dari http://indosdm.com/formulir-generik-untuk-penilaian-kinerja&usg

Sabtu, 20 Agustus 2011

Pelatihan Berbasis Kompetensi


     Masih mengenai sumber daya manusia dilingkungan kita, dimana sdm ini memiliki pengaruh yang sangat besar bukan hanya untuk suatu organisasi saja tetapi untuk diluar organisasinya juga. hmmmm… jangan bosen-bosen ya untuk membahas mengenai sumber daya manusia yang kita miliki dan kompetensi apa saja yang dapat kita kembangkan dari yang namanya sdm, langsung saja ke pembahasannya….
     Kali ini masih mengenai sumber daya manusia dan kompetensi yang dimilikinya.. masih ingatkah pembahasan beberapa waktu yang lalu mengenai sdm, kompetensi, dan gabungan dari keduanya, sampai kepada pengembangan sdm yang berkompetensi. Kali ini tidak kalah menarik dari topic pembahasan yang lalu, dan judul yang akan diambil adalah Pelatihan SDM yang Berbasis kompetensi. Bagaimana sih pelatihan sdm yang berkompetensi itu? Lalu seperti apa sih pelatihan sdm yang berbasis kompetensi itu? Simak jawabannya dibawah ini…
     Pelatihan berbasis kompetensi merupakan suatu model pelatihan yang sudah mulai digunakan oleh berbagai organisasi perusahaan untuk menciptakn sdm yang handal, mahir, dan tentunya memiliki keahlian dan keterampilan dibidang pekerjaan yang digelutinya.  Adapun tujuan  dari pelatihan berbasis kompetensi yaitu, setiap organisasi menginginkan sdm-sdmnya memiliki keterampilan yang lebih mahir, dapat menguasai pekerjaannya dengan baik, dan tentunya dengan sdm yang berbasis kompetensi dapat pula mencapai tujuan dan sasaran perusahaan yang diinginkan.
     Pelatihan berbasis kompetensi ini biasanya telah memiliki standar yang ditetapkan oleh perusahaan, dengan standar ini diharapkan pelatihan yang berbasis kompetensi dapat berhasil dan sesuai dengan yang telah direncanakan. Standar kompetensi adalah bentuk keterampilan dan pengetahuan yang harus dimilikiseseorang untuk dapat melaksanakan tugas tertentu. Menurut Mathis dan Jackson (2001) ada 3 kompetensi yang harus dimiliki oleh sdm, yaitu pengetahuan tentang bisnis dan organisasi, pengetahuan tentang pengaruh dan perubahan manajemen, serta pengetahuan dan keahlian tentang sumber daya manusia secara spesifik. Menurut Dubois (1996) ada 5 tahapan untuk melakukan pelatihan berbasis kompetensi, yaitu analisis kebutuhan dan perencanaan masing-masing sdm, pengembangan model kompetensi, perencanaan kurikulum kompetensi (standar kompetensi yang seperti apa yang akan digunakan), perencanaan dan pengembangan serta melakukan pembelajaran ( dalam hal ini langsung kepada pelaksanaan pelatihan), dan evaluasi. Model ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sdm-sdm sehingga mereka dapat memberikan hasil yang baik bagi perusahaan dan sdmnya itu sendiri.
     Manfaat yang dirasakan dari adanya pelatihan yang berbasis kompetensi yang dilaksanakan oleh perusahaan adalah adanya kesempatan bagi karyawan untuk mendapatkan pelatihan melalui akses sertifikasi berbasis standar yang telah ada, meningkatkan keterampilan dan keahlian para sdm, dapat meningkatkan efektifitas rekrutmen dengan cara menyesuaikan dengan kompetensi yang diperlukan untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, serta dapat meningkatkan keterampilan sdm sehingga mereka mampu bersaing secara global dengan sdm lainnya.
Demikian penjelasan mengenai pelatihan berbasis kompetensi, semoga dapat memberikan pengetahuan bagi penulis, dan para pembaca, terimakasih.

Rabu, 17 Agustus 2011

Bagaimana Menciptakan SDM berbasis Kompetensi


Bagaimana menciptakan sdm berbasis kompetensi?
     Masih seputar sumber daya manusia yang dimiliki organisasi. Kondisi masa yang akan datang memang sulit untuk diprediksi, tentunya ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Adanya perkembangan globalisasi yang semakin cepat diiringi persaingan tenaga kerja yang semakin tinggi. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi sdm yang berkualitas, handal, memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi serta menguasai keterampilan dan pengetahuan disegala bidang, hal ini dapat memberikan nilai plus untuk sdm tersebut.
     Bagaimana menciptakan sdm yang memiliki kompetensi? Hal ini tidak terlepas dari strategi sdm yang dibangun oleh organisasi itu sendiri yang didalamnya berbasis kompetensi. Dengan adanya manajemen sdm yang berbasis kompetensi didalam organisasi tersebut maka dalam setiap tahapan pengelolaan sdm mulai dari perencanaan, proses rekrutmen dan seleksi, pengembangan sampai kepada pemeliharaan sdm harus mengacu pada kompetensi yang telah ditetapkan.  Adanya integrasi dalam setiap tahapan pengelolaan sdm, maka fungsi-fungsi didalam organisasi dapat mengimplementasikan kompetensi didalam setiap aktivitasnya. Dengan demikian hasil pengembangan sdm berbasis kompetensi dapat terlihat secara jelas dan terarah sesuai dengan perencanaan awal.
     Sdm yang berkompetensi adalah sdm yang memiliki multy skill, yaitu dimana sdm tersebut mampu menguasai tidak hanya didalam bidang itu saja, namun dibidang lainnyapun mereka memiliki keahlian, pengetahuan, dan keterampilan. Menerapkan kompetensi didalam suatu organisasi tentunya akan membawa kebaikan-kebaikan bukan hanya untuk organisasi itu sendiri, namun juga untuk sdm-sdm yang ada didalamnya, jika organisasi tersebut menerapkan manajemen sdm yang berbasis kompetensi maka kinerja perusahaan dapat terkelola dengan baik, selain itu adanya sdm berbasis kompetensi dapat meningkatkan kinerja perusahaan untuk mengasilkan dan meningkatkan nilai yang dimiliki perusahaan ataupun nilai untuk sdmnya sendiri. Sdm yang berkompetensi akan mampu bersaing secara global untuk memenuhi tuntutan dunia kerja meskipun persaingan tenaga kerja meningkat secara tajam dari tahun ke tahun. Jadi pengembangan sdm yang berbasis kompetensi dapat memberikan hasil bagi perusahaan untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat, terimakasih.

Senin, 15 Agustus 2011

pengembangan sdm berbasis kompetensi


     Perkembangan persaingan yang begitu cepat diikuti dengan tingkat kebutuhan perusahaan akan sdm yang semakin tinggi, membuat perusahaan-perusahaan lebih selektif didalam memilih sdmnya. Mereka takut sdm yang mereka pilih dengan tidak selektif akan membawa dampak yang buruk bagi perusahaannya.
Keberadaan sdm didalam perusahaan memiliki posisi yang sangat penting, sdm merupakan penentu keberhasilan suatu perusahaan. Oleh karena itu sdm dianggap sebagai asset bagi suatu organisasi yang harus dijaga, dikelola, dan dikembangkan oleh perusahaan agar dapat menciptakan sdm yang handal, mahir, dan memiliki kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pasar, serta mampu untuk membantu perusahaan didalam mengelola dan mengatur kegiatan perusahaan dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan perusahaan.
     Untuk mewujudkan hal tersebut, perusahaan tidak hanya memberikan pelayanan yang memuaskan tetapi harus berorientasi pada nilai yang diciptakannya. Nilai disini adalah dimana perusahaan sebisa mungkin dapat memanfaatkan sdm-sdm secara optimal sehingga mampu memberikan added value bagi perusahaan tersebut. Pengembangan kompetensi sdm adalah salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kompetensi masing-masing individu agar mereka dapat memberikan hasil yang sesuai dengan visi, misi dan tujuan dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
     Kompetensi adalah kapasitas yang ada pada seseorang yang bisa membuat orang tersebut mampu memenuhi apa yang disyaratkan oleh pekerjaan dalam suatu organisasi sehingga mampu mencapai hasil yang diharapkan (Boyatzis dalam Hutapea dan Nurianna Thoha, 2008). Kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai kombinasi antara keterampilan, pengetahuan, dan atribut personal yang tercermin melalui perilaku kinerja. Kompetensi haruslah merujuk pada standar yang ditetapkan, standar kompetensi sendiri adalah bentuk keterampilan dan pengetahuan yang harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat melaksanakan suatu tugas tertentu.
     Penggunaan kompetensi dari berbagai aspek sdm kini telah menjadi salah satu trend dalam mewujudkan perusahaan, terutama untuk menciptakan sdm yang berbasis kompetensi. Banyak diantara perusahaan-perusahaan yang kini telah memperkenalkan, menerapkan serta melaksanakan program sdm yang berbasis kompetensi, salah satunya adalah PT Telekomunikasi Indonesia. PT Telkom telah mengelola sdm yang berbasis kompetensi yang didalam implementasinya selaras dengan transformasi TIME yang sudah berlangsung sejak tahun 2010 lalu. Kebijakan dan master plan sdm senantiasa disesuaikan agar pengelolaan sdm dapat selaras dengan pengelolaan bisnis. Penerapan kompetensi tidak hanya untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi lebih mengarah kepada pengelolaan sdm secara optimal melalui penggalian potensi kreativitas dan inovasi yang ada didalamnya.
     Dengan adanya pengembangan sdm yang berbasis kompetensi diharapkan karyawan yang bekerja diperusahaan dapat mengeluarkan  ide kreativitasnya , keterampilan, pengetahuan serta pendapat dan saran-sarannya untuk membantu perusahaan dalam mencapai visi misinya. Manfaat yang didapat dari pengembangan sdm berbasis kompetensi bagi karyawan adalah dapat memberikan nilai tambah bagi karyawan tersebut serta dapat dijadikan sebagai sarana dalam pengembangan karier karyawan.